Klik "LIKE" Untuk Terima Kemas Kini DCM di Facebook. Klik Butang "LIKE" di Bawah

Powered By | Blog Gadgets Via Blogger Widgets

Rakan DUNIACACAMARBA [Klik "Tambahkan"]

Rakan DUNIACACAMARBA [Klik "Sertai"]

Rakan DUNIACACAMARBA [Klik "Like"]

Rakan DUNIACACAMARBA [Klik "Follow"]

Ikuti DUNIACACAMARBA Melalui e-mel (Masukkan Alamat e-mel)

Jadi Rakan TM

Google+ Badge

BAGASI KIRIMAN POPULAR

BAGASI KIRIMAN TERKINI

Iklan & Tawaran

1. Mari sertai ChurpChurp, berinteraksi bersama-sama dengan taulan sambil menjanakan pendapatan, Percuma! Lanjut sila klik di sini.





Advertlet Hutang DCM RM1710

Advertlet Hutang DCM RM1710

Sponsored Ads

Archives

, ,

Ahad, 29 November 2009

SEKS YANG BERKUALITI Dapat Panjangkan Usia & Kurangkan Risiko Kanser Payu Dara


Cerita tentang seks lagi. Jangan salah faham. Saya bukan mahu popular dengan cerita seks murahan. Cerita seks yang dipaparkan dalam blog ini tidak pernah mengajar atau mempengaruhi orang untuk membuat onar. Cerita seks dalam blog ini berkisar tentang hikmah dan manfaat "ibadat" itu kepada manusia yang telah berkahwin secara sah.

Walaupun dianggap "taboo" oleh sesetengah pihak, namun aspek ini perlu dilihat dengan lebih mendalam bagi memastikan kita tidak jahil tentang aspek itu. Kejahilan seseorang dalam hal ini menyebabkan rumah tangga yang dibina hancur di tengah jalan gara-gara si suami yang "mementingkan diri" dan sikap isteri yang memandang "remeh" terhadap keperluan dan kepuasan seks pasangan masing-masing.

Kiriman yang saya pautkan di bawah ini memerihalkan manfaat aktiviti seks antara suami isteri. Seks bukan sekadar memenuhi gelora nafsu manusia, namun aktiviti itu jika dilakukan secara betul atau dengan kata lain BERKUALITI (mencapai tahap orgasme) dapat memberikan manfaat kepada manusia. Berdasarkan artikel di bawah ini, seks yang BERKUALITI dikatakan dapat:


(a) menyenyakkan tidur seseorang;
(b) meredakan pre-mestrual syndrome (PMS)
(c) memanjangkan usia;
(d) mengurangkan risiko kanser payu dara;
(e) mengurangkan risiko serangan penyakit jantung;
(f) menjaga kesihatan otak; dan
(g) meredakan kejang perut ketika PMS dan migren.


Saya petik;

[BANJARMASINPOST] BATAS USIA seseorang memang urusan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tapi, kalau dengan kehidupan seks indah hidup Anda secara keseluruhan bisa lebih berkualitas, siapa yang tidak mau?

"Ada beberapa faedah kesehatan yang didapat dari bercinta atau orgasme rutin," kata Yvonne K Fulbright PhD, penulis Pleasuring: The Secrets of Sexual Satisfaction. Sedikit di antaranya adalah tidur nyenyak dan nyeri PMS (pre-menstrual syndrome) reda.

Dikutip dari Cosmopolitan, banyak penelitian menegaskan bahwa pria yang orgasme dua kali atau lebih dalam seminggu usianya lebih panjang daripada pria yang orgasme lebih sedikit dari jumlah itu. Sementara untuk wanita belum ada penelitian tentang manfaat orgasme baginya.

Namun, penelitian lain menjelaskan bahwa wanita yang menikmati intercourse selama bercinta, usianya lebih panjang daripada mereka yang kurang menikmati sesi permainan seks.

Satu alasan bonus umur panjang yang didapat dari orgasme adalah dampak positifnya pada berbagai organ dan sistem tubuh. "Penelitian menunjukkan bahwa rutin melakukan aktivitas seksual menurunkan risiko kanker payudara," jelas Beverly Whipple PhD, co-author The Orgasm Answer Guide.

Bukti lain juga mengatakan, orgasme rutin melindungi tubuh dari serangan jantung dan menjaga kesehatan otak. "MRI (magnetic resonance imaging) menampilkan, otak wanita membutuhkan lebih banyak oksigen selama bercinta dibanding aktivitas lainnya. Jumlah ini sama dengan yang dibutuhkannya saat olahraga. Dengan kata lain, otak kita diberi nutrisi agar pikiran kita tetap tajam," tambah Barry Komisaruk PhD, co-author The Science of Orgasm.

Dengan bercinta, Anda pun membendung rasa nyeri. Beberapa kajian menunjukkan bahwa orgasme layaknya analgesik (obat penahan rasa sakit) alami yang membantu meredakan kejang perut saat PMS dan migren. Hormon-hormon yang bekerja selama mencapai klimaks juga berfungsi sebagai obat penenang, tambah Whipple.

,

Jumaat, 27 November 2009

SELAMAT HARI RAYA AIDILADHA

SELAMAT HARI RAYA AIDILADHA KEPADA PENGUNJUNG "DUNIACACAMARBA" YANG BERAGAMA ISLAM.

,

Khamis, 26 November 2009

Apabila Nama PM Menjadi Watak Dalam Drama Kisah Pembunuhan ALTANTUYA Di Hong Kong!


PANAS & KONTROVERSI:


Saya petik:

[BERITASEMASA] ...Bekas wartawan Susan Loone mengatakan bahawa Hong Kong akan menghasilkan sebuah drama siri berdasarkan pemberitaan seorang wartawan Perancis, Arnaud Dubus tentang pembunuhan Altantuya dari akhbar La Liberation.

Drama bersiri tersebut akan dinamakan “Ulaanbaatar, Paris, Kuala Lumpur”. Watak Altantuya akan dimainkan oleh Sonija Kwok, Najib Tun Razak oleh pelakon veteran Kwok Fung, Razak Baginda oleh Bill Chan Sek Sau dan Rosmah Mansur oleh Rebecca Chan. Sama ada berita harian ini akan direalisasikan atau tidak , yang pentingnya kes pembunuhan Altantuya Shaariibuu mempunyai cukup untuk semua elemen yang diperlukan oleh sebuah filem. Cerita ini menglibatkan politik, skandal perempuan, senjata api, pembunuhan, sesuai untuk perfileman.



PERSOALANNYA, BENARKAH DRAMA INI AKAN DIBIKIN DAN DITAYANGKAN DI STESEN-STESEN TV DI SELURUH DUNIA? JIKA BENAR, CUBA BAYANGKAN IMPAKNYA!




, ,

Rabu, 25 November 2009

"Jangan Marah, Nanti Cepat Mati!"

(Ilustrasi: Amira Hakmal Hakim)

Saya telah warnakan perkara yang ingin saya ulas tentang hal ini dalam petikan di bawah ini. Jika sudah ada dinyatakan, maka tidak perlulah saya menulis panjang.
Memadailah saya bersetuju bahawa tekanan yang tidak diurus dengan betul benar-benar membahayakan nyawa anda. Jika anda sering menghadapi tekanan, sila ikut perkara yang disarankan, malah tidak salah untuk memeriksa tahap tekanan darah secara berkala.
Jika "Jangan marah, nanti cepat tua" kurang sesuai, maka saya ubah suaikan ungkapan itu dengan "JANGAN MARAH, NANTI CEPAT MATI".

Saya petik: 
[DC] THE Malaysian adage “Jangan marah, nanti cepat tua” (Don't get angry, you will age fast) might not carry much weight for men, especially in the work environment.

This is if the findings of a Swedish study are to be believed.

The study by the Stress Research Institute of Stockholm University says men who bottle up their anger at being unfairly treated at work are up to five times more likely to suffer a heart attack, or even die from one, than those who let their frustration show.

The study followed 2,755 employed men who had not suffered any heart attacks from 1992 to 2003.

It is not good just to walk away after having such a conflict or to swallow one’s feelings,” study co-author Constanze Leineweber, a psychologist at the institute.

The study did not specify good ways of coping with work-related stress – “We just looked at the bad side of coping,” Leineweber explained.

The study doesn’t advocate being belligerent at work, Leineweber cautioned. “Shouting out, and so on, is not proper coping,” she said.

But venting one’s anger outside of the workplace didn’t seem to take a cardiovascular toll, at least. “Getting into a bad temper at home” was not associated with an increased risk of heart attack or cardiac death, the study authors found.

Leineweber stressed that what is true for men might not be true for female workers. While the study included more than 2,000 women, too few of them had heart attacks or died of heart disease to allow conclusions to be drawn.

“Earlier studies have indicated that women use different coping strategies than men,” Leinewaber said. “So for women, strategies such as going away and not saying anything might not be good.”

Women in general appear to handle stressful situations better than men, noted Dr Bruce S. Rabin, director of the Healthy Lifestyle Program at the University of Pittsburgh Medical Center.

Social interaction, having people to talk to, is extremely important,” Rabin said. “If you keep things to yourself, you have high levels of stress hormones. Women are more comfortable in social interactions than men. They talk more, while men tend to keep within themselves.”

A study, conducted by the Swedish researchers in 2005, found that women did not have the same levels of cardiovascular risk factors as men, Rabin noted.

There is no one key to handling on-the-job stress, because the level of stress depends on an individual’s environment, at work and in the home, he said.

Work environment is important,” Rabin said. “You need interaction between people so that everybody feels they can express their opinions about their work. You shouldn’t come to work with a feeling that no one cares.

And when you go home, it is very important to share your feelings with whomever you are sharing with,” Rabin added. “Also, you should understand that children learn from the behaviour of parents. You can have a meaningful effect on the long-term health of children by being good role models. The message is that the environment you culture can affect not only your health but also the health of those who are important to you.”

,

Kematian dalam Tahanan di Malaysia

Saya petik:

[MR] Pada 18 Disember 2002, Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) telah meluluskan Optional Protocol to the UN Convention Against Torture and Other Cruel and Unusual Treatment.
 
Negara yang menandatanganinya mesti membenarkan pakar hak asasi manusia, sama ada dari global mahupun lokal, untuk memeriksa situasi dan layanan terhadap tahanan dalam negara itu. Malah, pakar hak asasi manusia tersebut juga boleh mencadangkan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan penahanan, agar selaras dengan Optional Protocol dan lebih memperlihatkan perikemanusiaan.

Ia berakhir dengan sokongan 127 buah negara dan bantahan 4 buah negara. Sementara itu, 42 buah negara memilih untuk berkecuali, dan Malaysia tersenarai dalam golongan ini. Dengan kata lain, Malaysia enggan membuka pintu untuk menyambut kunjungan pakar hak asasi, malah tidak bersedia untuk mempertahankan hak asasi rakyat Malaysia mengikut piawaian Optional Protocol.

Keadaan hak asasi yang buruk di Malaysia
Untuk Asian Human Rights Commission, pendirian Malaysia dalam isu ini tidak di luar dugaan. Antara alasannya, proses penangkapan dan penyiasatan sama ada terhadap suspek mahupun saksi, sering berlaku dengan penggunaan keganasan yang melampau.

Penilaian terhadap keadaan hak asasi manusia di Malaysia agak negatif, antara kenyataan Asian Human Rights Commission adalah:
1. Perlembagaan Persekutuan walaupun menjamin hak pembelaan peguam, tetapi pihak polis menganggap bahawa diri mereka berhak untuk menolak pemohonan suspek agar berjumpa dengan peguam, atas alasan perlembagaan tidak menyatakan masa untuk bertemu dengan peguam. Kuasa mutlak ini dianggap tidak wajar.

2. Banyak suspek berasal dari keluarga yang miskin dan taraf pendidikan yang rendah. Mereka gagal "menjalin hubungan yang baik" dengan polis untuk mengelakkan diri daripada diseksa.

3. Insiden tingkahlaku polis yang kasar, amalan rasuah sering didengar. Kuasa mereka seolah-olah mengatasi undang-undang. Kadang-kala, polis menangkap kerana "mengesyaki", maka "tangkap dahulu, siasat kemudian". Amalan ini menentang prosedur normal, iaitu "siasat dahulu, tangkap kemudian".

4. Kematian dalam tahanan polis sering dijelaskan sebagai "bunuh diri", "sakit jantung", "kematian semulajadi" dsbnya.

5. Apabila polis yang terlibat dalam salah laku didakwa, tuduhan itu biasanya ringan. Malah, polis yang berpangkat rendah sahaja dituduh, dan polis berpangkat tinggi terlepas.

Statistik kematian dalam tahanan
Statistik yang tepat mengenai bilangan kematian dalam tahanan nampaknya gagal ditemui. Wujudnya perbezaaan antara laporan rasmi dengan perangkaan yang dikemukakan oleh badan bukan kerajaan (NGO). Misalnya:
1. Menurut Laporan Hak Asasi Manusia 2008 yang dikemukakan SUARAM pada 23 Julai 2009, sejumlah 1,535 orang tahanan mati antara tahun 2003 hingga 2007 (tempoh empat tahun). 255 orang mati dalam penjara dan 13 orang mati dalam lokap pada tahun 2008 (tempoh setahun).

2. Pada Mac 2009, ketika Menteri Dalam Negeri menjawab soalan daripada ahli parlimen DAP, Liew Chin Tong, jawapan berbunyi 2,571 orang mati dalam penjara, pusat pemulihan, depot tahanan PATI (Pendatang Asing Tanpa Izin) antara tahun 1999 hingga 2009 (10 tahun). Antaranya, 2,563 (98.7%) mati ketika rawatan di hospital, 22 mati dalam perjalanan ke hospital dan 13 mati dalam penjara.

Malah, menurut Menteri Dalam Negeri, 108 orang mati dalam tahanan polis dari tahun 2000 hingga 2006; dan 95 orang mati di Pusat Tahanan Simpang Renggam, Johor, dari tahun 2000 hingga 2007.

13 tahun sebelum ini, NGO telah mengemukakan laporan hak asasi manusia yang pertama, dan membangkitkan isu kematian dalam tahanan. Pada 18 Julai 1991, perangkaan rasmi dari parlimen menunjukkan 151 orang tahanan mati antara tahun 1980 hingga 1990 (10 tahun).

Kes-kes yang menonjol
Kerajaan tidak memaklumkan secara terperinci, butiran faktor kematian dan tindakan selanjutnya. Jelas, kerajaan tidak memantau dengan baik berhubung isu kematian dalam tahanan polis.

Dari tahun 1995 hingga 1997, media massa pernah melaporkan beberapa kes kematian dalam tahanan. Yang berikut adalah kes-kes yang mendapat perhatian media, dan memperlihatkan sejauh manakah penyalahgunaan kuasa oleh polis:
1.Kes Lee Quat Leong, tahun 1995
Lee Quat Leong, 42, seorang technician. Ditangkap kerana disyaki merompak bank. Beliau dipukul mati pada 12 Mei 1995. Penyiasatan Mahkamah Koroner mendapati 11 orang pegawai polis terlibat, termasuk empat orang pengawai tinggi yang perlu bertanggungjawab dalam jenayah ini. Namun, pada 14 Disember 1995, Far Eastern Economic Review melaporkan bahawa terdapat 45 luka luaran pada mayat, dan 7 tulang rusuk yang dipatahkan. Bagaimanapun, daripada 11 orang, hanya 2 orang pegawai polis yang didakwa dan dijatuhkan hukuman penjara 18 bulan sahaja.

2. Kes M.Ragupathy, tahun 2002
Pada Julai 2002, sekumpulan orang muda bertembung dengan polis yang sedang meronda. Polis mengesyaki bahawa mereka terlibat dalam satu kes jenayah, maka kesemua mereka ditangkap. Antaranya, M.Ragupathy pernah menjalani pembedahan jantung. Dadanya kesakitan semasa dalam tahanan. Polis tidak mengendahkannya, walaupun Ragupathy tidak dapat makan untuk tiga hari, malah muntah.

Selepas beberapa hari, barulah polis membawanya ke klinik kerajaan, tetapi doktor tidak ada di situ. Maka, seorang jururawat memberikannya ubat penyakit asma.

Keadaannya semakin parah selepas beberapa hari. Polis menghantarnya ke hospital Putrajaya. Pada hari keesokan, doktor mengesahkan kematian Ragupathy. Dua bulan kemudiannya, Timbalan Menteri Dalam Negeri berkata dalam parlimen bahawa polis tidak perlu memikul apa-apa tanggungjawab jenayah.

3. Kes Vivasanu Pillay
Vivasanu Pillay yang ditahan oleh polis, telah ditemui mayatnya dalam satu sungai. Polis mendakwa Vivasanu terjatuh ke dalam sungai ketika melarikan diri dari balai polis Dang Wangi. Walau bagaimanapun, keluarganya pula mendakwa Vivasanu telah mati dalam tahanan, dan dibuang ke dalam sungai. Timbalan Menteri Dalam Negeri kemudiannya berkata di parlimen bahawa kematiannya tiada kena-mengena dengan polis.

4. Kes Sudan a/l Lolam, tahun 1995
Pada 4 Mac 1996, satu NGO orang asli di Semenanjung Malaysia mengadu kepada pengarah polis Negeri Pahang, bahawa seorang kaum asli telah meninggal dunia 9 bulan yang lalu, ketika dalam tahanan polis. Polis pula mendakwa bahawa Sudan membunuh diri dengan menggantung dirinya menggunakan singlet.

5. Kes kematian 46 orang PATI, tahun 1995
Setelah laporan penyiasatan Tenaganita diumumkan pada tahun 1995, Timbalan Menteri Dalam Negeri mengesahkan bahawa sejumlah 46 orang PATI mati di beberapa pusat tahanan, antaranya pusat tahanan di Semenyih telah mencatatkan kematian 42 orang pendatang asing.

Mereka dikatakan mati kerana penyakit biasa, seperti sakit perut. Tiada laporan bedah siasat mayat. Malaysian Medical Association berkata penyakit sedemikian boleh diubati segera. Sehingga hari, tiada orang disabitkan kesalahan jenayah.

6. Kes A.Kugan, Tahun 2009
Pada 15 Januari 2009, A.Kugan, 22, ditangkap dan ditahan di balai polis Taipan, Subang, mati secara tiba-tiba dalam tempoh lima hari tahanan polis. Beliau yang dituduh mencuri kereta, tidak sedar diri ketika soal siasat polis, dan kemudian dihantar ke hospital Serdang.

Laporan bedah siasat pertama menunjukkan Kugan mati kerana paru-paru berair. Keluarganya yang tidak berpuas hati dengan laporan itu menuntut bedah siasat kali kedua. Hasilnya, Kugan didapati dipukul dengan benda seperti paip getah.

Daripada 11 orang polis yang ditukar jawatan kerana kes ini, hanya seorang yang didakwa atas tuduhan sengaja menyebabkan kecederaan parah bagi memeraskan pengakuan bersalah dari Kugan.

7. Kes Teoh Beng Hock, tahun 2009
Teoh Beng Hock, Setiausaha Politik Exco Selangor (DAP) dipanggil sebagai saksi oleh Suruhanjaya Pencegah Rasuah Malaysia (SPRM) untuk soal siasat satu kes rasuah yang melibatkan wang kira-kira RM2000. Beliau didapati mati di tingkat lima bangunan sebelah pejabat SPRM.

Kes ini mencetus kemarahan orang awam, malah PM terpaksa mengumumkan penubuhan Suruhanjaya Di-Raja setelah didesak oleh masyarakat umum. Walau bagaimanapun, kes ini masih dalam penyiasatan di Mahkamah Koroner.

*Yang Pei Keng ialah seorang peguam, dan kolumnis di MerdekaReview, edisi bahasa Cina. Diterjemah dan disunting oleh Lim Hong Siang.

,

Selasa, 24 November 2009

Rupa-rupanya ROSMAH Bukan "FIRST LADY"


Saya tidak pernah terfikir tentang hal yang menjadi tajuk kiriman kali ini. Rupa-rupanya, saya agak jahil tentang protokol/gelaran ahli dan keluarga tokoh politik terutamanya yang memegang jawatan dalam kerajaan, walaupun berdasarkan kelayakan, saya sepatutnya mengetahui hal ini. Sering kita mendengar/membaca makalah yang melabelkan isteri PM, tidak kiralah pada zaman Tun M, Tun Abdullah, mahupun zaman PM Najib sebagai "first lady". Rupa-rupanya isteri PM, termasuklah Datin Rosmah itu tidak wajar dipanggil "first lady" kerana kata Pak Kadir:
Teringat saya berita yang disiarkan oleh akhbar arus perdana tempatan pada 19 November lalu bertajuk “Carla Nafi Suami Jadi Pak Turut”. Carla adalah Carla Bruni-Sarkozy, seorang bintang filem Perancis yang kini isteri Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy.

Dalam sistem kepresidenan (presidency) Perancis seperti juga dalam sistem Amerika, Presiden adalah Ketua Negara dan Ketua Kerajaan. Jadi isteri Presiden Perancis dan Presiden Amerika memainkan peranan sebagai Wanita Pertama atau First Lady.

Kita tidak ada sistem itu. Kita ada dua ketua. Ketua Negara adalah Yang di-Pertuan Agong dan Ketua Kerajaan adalah Perdana Menteri. Macam Ratu Inggeris Ketua Negara dan Perdana Menteri Inggeris Ketua Kerajaan.

Jadi janganlah silap atau sengaja bagi gelaran atau jolokan Wanita Pertama (First Lady) kepada sesiapa. Kita tidak mahu berlaku salah protokol kerana negara kita adalah negara Raja Berperlembagaan dan kita ada adat resam sendiri.

Jika bukan "first lady", apakah gelaran lain yang sesuai untuk isteri PM? Baca lanjut kiriman Pak Kadir yang turut memerihalkan kemelut yang berlaku di Kelantan.

Isnin, 23 November 2009

Menantu KONTROVERSI Letak Jawatan

Khabarnya, menantu TG Nik Aziz akan meletakkan jawatannya sebagai CEO di PMBK. Baguslah...kerana dalam hal ini saya bersetuju dengan Pak Bakaq:
Sama ada orang suka atau tidak, yang saya harapkan dalam masa terdekat ini ialah perletakan jawatan menantu Tok Guru Menteri Besar Kelantan, Abdul Ariffahmi Ab Rahman sebagai Ketua Pegawai Eksekutif Perbadanan Menteri Besar Kelantan Berhad (PMBK). Saya tak tuduh dia jahat. Saya tak tuduh dia salah. Saya tidak mahu menghakimi budak itu.

Tetapi, dia mesti berundur untuk memperbaiki persepsi rakyat terhadap bapa mertuanya, Tok Guru Mursyidul Am PAS.


Berkaitan:
* [MK] Menantu tokoh PAS Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat yang dilanda kontroversi sejak dua minggu lepas meletakkan jawatannya sebagai ketua pegawai eksekutif Perbadanan Menteri Besar Kelantan (PMBK).

Abdul Ariffahmi Abd Rahman, yang disiasat oleh Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), menjadi fokus kontroversi apabila memecat Syed Azidi Syed Abdul Aziz, seorang pegawai kanan exco kerajaan negeri Datuk Husam Musa.

Beliau, exco Pemuda PAS Kelantan, mengumumkan perkara tersebut dalam sidang media hari ini.

Surat rasmi peletakkan jawatan tersebut bagaimanapun belum diserahkan, katanya ringkas kepada Malaysiakini.

Ketika dihubungi sebentar tadi, beliau juga enggan mengulangi kenyataannya dalam sidang akhbar tersebut.

,

KARI PENAWAR KANSER!


Promosi percuma kepada pengusaha serbuk kari, kedai mamak, penjual lauk berasaskan kari, dan pelbagai pihak yang berkaitan dengan serbuk kari. 

Mudah-mudahan perkhabaran ini menambah rezeki mereka. Perkhabaran ini juga mudah-mudahan memberikan harapan kepada penghidap kanser. Malah, artikel yang dipautkan di bawah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua
.
Jika benar, maka hal itu membuktikan pernyataan yang sememangnya telah terbukti, iaitu setiap penyakit itu ada penawarnya, setiap hidupan yang dicipta oleh Tuhan itu ada fungsinya.

Jom makan KARI! 

Lanjut seperti yang dilaporkan di bawah ini:
[DC] A spicy way has been found to kill cancer cells.

Scientists ave discovered that a substance found in turmeric, a basic curry ingredient, can kill cancer cells within 24 hours.

Researchers at Ireland's Cork Cancer Research Centre who treated oesophageal cancer cells with curcumin, a chemical found in turmeric, observed that it triggers lethal death signals in the cells.
The cells eventually digest themselves and die.
The results of the study were published in the British Journal of Cancer on Wednesday.

Curcumin gives turmeric (curcuma zangais) its orangy-yellow colour. The rhizome, a close relative of the ginger, is commonly used in Asian cooking as well as in traditional medicine.

Chinese and Ayurvedic medical practioners use turmeric as a treatment for many ailments as it has anti-inflammatory, anti-fungal properties and believed to lower cholestrol.
The results of the Cork Cancer Research Centre study were published in the British Journal of Cancer on Wednesday.
"These exciting results suggest that scientists can develop curcumin as a potential anti-cancer drug to treat oesophageal cancer," said Dr Sharon McKenna who led the study.
She said scientists had known hat natural compounds had the potential to treat faulty cells that become cancerous, adding they also suspected curcumin's possible therapeutic value.
She said medical researcher Dr Geraldine O’Sullivan-Coyne who had been looking for new ways of killing resistant oesophageal cancer cells tested curcumin on resistant cells.
"She found that they started to die using an unexpected system of cell messages."
"Normally, faulty cells die by committing programmed suicide – or apoptosis – which occurs when proteins called caspases are ‘switched on’ in cells."
"But these cells showed no evidence of suicide and the addition of a molecule that inhibits caspases and stops this ‘switch being flicked’, made no difference to the number of cells which died."
"This suggested that curcumin attacked cancer cells using an alternative cell signalling system," she added.
Oesophagus cancer kill more than half a million people in the world each year. The cancers are exceptionally deadly, with five-year survival rates of between 12 and 31 per cent.
The number of oesophageal cancer cases have gone up tremendously since the 70s and this is thought to be linked to rising rates of obesity, alcohol intake and reflux disease.
Source: Cancer Research UK



,

RESPONS HUSAM: Isu Letak Jawatan


Saya petik:
[WEBBLOGHUSAM] Mingguan Malaysia sekali lagi 'memandang tinggi' pada saya dengan berita provokatif muka depan.

Dulu saya diserang bertubi-tubi menjelang Muktamar PAS.

Agenda 'mematikan' saya nampaknya belum berakhir.

Hari ini, Utusan cuba berbagai cara menghubungi saya untuk 'pohon penjelasan'. Semasa Utusan bersiap 'meletupkan' berita itu semalam sepatah penjelasan saya tidak diminta.

Beratus sms, kegelisahan begitu ramai orang dan deringan talipon sejak awal pagi adalah bukti 'berita' yang sengaja dimasak sebegitu rupa telah mencetuskan kesan negatif yang bukan sedikit.

Saya amat terharu dengan penjelasan segera bos, guru, rakan dan bapa saya - Tok Guru Nik Aziz.

Saya sakit belakang. Jumpa doktor dan doktor minta saya dapatkan rawatan, rehatkan tulang belakang saya dan kurangkan aktiviti. Bila saya nak masuk wad untuk rawatan itu saya boleh tentukan sendiri ikut kelapangan saya, tetapi jangan kurang dari lima hari penuh. Jangan lambat, kata doktor.

Saya maklumkan pada bos saya. Lima hari sebelum raya haji amat sesuai. Tetapi program saya kena tangguh dan mana mesyuarat yang saya ditugaskan wakili Tok Guru kena tukar kepada rakan yang lain.

Apa kata Tok Guru bila saya terus jumpa beliau Khamis lalu?

Jumpa doktor Di Pakar Perdana habis jam 12.30 tengah hari. Jumpa Tok Guru lebih kurang jam 1 sebelum zohor.

"Tak boleh lok (tangguh). Buat (rawat) selalu (segera). Jangan jadi macam ana..."

Saya bercadang masuk hospital hari Isnin. Keluar petang Khamis.

Apa kena mengena sakit belakang saya dengan letak jawatan?

Letak semua pulak tu?

Mana perjuangan saya? Mana parti dan kerajaan yang saya membantu menjayakannya sekian lama? Di hujung jalan kami akan berpisah? Membuka ruang pada lawan menerobos masuk dalam detik yang kritikal ini?

Tok Guru telah cuba dimalukan. Cuba dipinggirkan kerana pendiriannya yang tegas dan hasratnya yang jelas untuk membawa negara kita menuju perubahan.

Saya sebagai murid dan 'budak' Tok Guru, mengangkat bendera putih semata-mata kerana Utusan cuba meng-agendakan kami?

Sakit adalah lumrah insan. Letak jawatan tidak boleh diikat dengan satu dua hari di hospital - maka ia bukti Husam letak jawatan.

Kepada teman dan rakan, sahabat dekat dan jauh, saya ucapkan terima kasih atas ingatan anda semua. Ustaz Aziz menalipon pagi hari dari Mekah kerana terbangun dari mimpi, saya hargai erti persahabatan.

Bolehkah media kita diajar erti kredibiliti?

Tanpa menyakiti Utusan, tetapi tulisan Art Harun dalam blognya Articulations, menulis tentang Utusan buat sedikit 'touch' untuk tukar gambar payung berlambangkan dacing dengan gambar payung biru tanpa dacing, barangkali cukup untuk kita merasa tertanya-tanya Utusan ini apa..?


Terdapat payung berlambang dacing di belakang pak cik yang ditangkap kerana membunuh isterinya yang minta cerai di Kedah. Gambar yang sama diguna pakai oleh Metro, The Star dan Berita Harian.

Tapi demi maruah BN, Utusan menyiarkan gambar yang diubah seperti di bawah pada berita yang sama, 10 Nov 2009;


,

Ahad, 22 November 2009

ALAT PENGUKUR ZAKAR

Pautan di bawah ini berkisar tentang usaha mencegah AIDS di Thai. Antara usaha yang sedang dilaksanakan di sana termasuklah melancarkan alat pengukur zakar pakai buang. Tujuan alat pengukur ini dicipta adalah untuk memudahkan orang lelaki mengenal pasti saiz zakar masing-masing.

Mengapa? Dengan mengetahui saiz zakar yang tepat maka mudahlah mereka membeli kondom yang sesuai dengan saiz mereka. Mengapa? Menurut Dr Somyos Kittimankhong, saiz kondom yang tidak sesuai akan menyebabkan kondom itu tercabut atau mengurangkan nikmat semasa hubungan seks, manakala kondom yang terlalu kecil pula akan menyebabkan ketidakselesaan kepada pemakai.

Katanya lagi, saiz kondom yang kurang sesuai merupakan faktor yang menyebabkan lelaki tidak mahu memakai kondom semasa aktiviti seks. Tambahnya lagi, keengganan lelaki memakai kondom menyebabkan AIDS mudah tersebar. Yang menariknya, kata Dr Somyos, tep pengukur zakar itu hanya sepanjang 49 hingga 56 milimeter (4-5 cm), cukup untuk mengukur "saiz standard zakar orang Thai".

Itu cara orang bukan Islam di Thai. Bagi orang Islam, cara paling berkesan untuk mencegah AIDS ialah jangan berzina dan melakukan seks secara rambang. Mudah! Bagi yang taat kepada perintah Allah, insya-Allah selamat. Bagi yang ingkar, maka Islam telah meyediakan hukuman syariah untuk mendidik manusia. Itulah sebab Islam tegas menghalang umatnya berzina, malah hukuman hudud bagi perlakuan ini amat tegas dan berat kerana Allah SWT Maha Mengetahui kesan perlakuan keji tersebut kepada manusia.

Namun, malang, ada sesetengah golongan "cerdik pandai" menegaskan bahawa hukuman sebat dan rejam itu kejam. Mereka lebih rela membaca di dada akhbar tentang kes zina di sana-sini serta penyebaran wabak penyakit berkaitan dengan zina daripada berjuang untuk melaksanakan hukum Allah di muka bumi ini. Malang juga apabila akal yang diberikan oleh Allah SWT gagal dipandu oleh mereka untuk mengkaji sebab Allah SWT menyuruh manusia berpegang pada hukuman hudud.

Lanjut dan detail, sila baca pautan artikel di bawah.

[DC] Men's instinctive concern over penis size will soon be discussed more openly, or even boasted about in Thailand, with the soon to be introduced official penis measuring device.
The device, a disposable paper measuring tape which is about to be launched under the Public Health Ministry's "Condom for All" campaign, will tell guys which size condoms will give them the best comfort and protection.
The tape records widths of between 49 and 56 millimetres - covering the "Thai penis size standard", said Dr Somyos Kittimankhong of the Department of Disease Control's (DDC) anti-Aids division.
The Nation reported that he, however, did not mention how men with smaller or larger sized members could take part in his department's upcoming survey of penis sizes.
The campaign was launched in response a spike in the number of gay men and sex workers contracting HIV.
A 200 million Baht (RM20 million) budget has been approved for a countrywide drive to give away free condoms to gay men and males and females aged 1525, with a special focus on ensuring that people wear the rightsize protection.
"Larger size condoms can slip off or deaden the pleasure during sex, while smaller ones will cause discomfort to wearers.
"These factors dissuade people from using condoms - which encourages the spread of HIV/Aids," said Dr Somyos.
"Making goodfitting condoms available will be useful in dealing with the reemerging HIV/Aids problem as well as promoting the widespread practice of safe sex in Thailand," he said.
The DDC's statistics showed that HIV infection rates among gay men going for testing were 17 per cent in 2003, 28 per cent in 2005 and 32 per cent in 2007, a rise that has prompted warnings of a second wave of HIV/Aids infection.
The campaign is aimed at cutting infection rates in half by 2011.
Once approved, more than 7,000 district administrations will be asked to participate in promoting the practice of safe sex and in distributing the free condoms.- The Nation/ANN

, ,

Sabtu, 21 November 2009

[Kemas Kini] HUSAM DEDAH KONSPIRASI MENJATUHKANNYA


Saya petik:

[TMI] Nov 20 - Exco Kerajaan Kelantan Datuk Husam Musa mendakwa sudah wujud konspirasi untuk menggulingkan beliau daripada pentadbiran kerajaan negeri itu.

“Terdapat usaha untuk mencetuskan perbalahan antara saya dan Tok Guru (Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat, Menteri Besar Kelantan),” akui beliau kepada The Malaysian Insider hari ini.

“Saya sedar tentang kewujudan konspirasi (pihak tertentu) terhadap saya,” kata beliau lagi.

Pada Jun lalu, Husam yang dilihat sebagai ‘anak emas’ Nik Aziz, tewas dalam pertandingan merebut kerusi Timbalan Presiden PAS.

Nik Aziz yang juga Mursyidul Am PAS disebut sedang timbang untuk menggugurkan Husam daripada Kabinet pentadbiran negeri ekoran isu Syed Azidi Syed Abdul Aziz yang dipecat sebagai Pengarah Perhubungan Korporat Perbadanan Menteri Besar Kelantan(PMBK) minggu lalu.

Syed Azidi, blogger Kickdefella, pula dilihat sebagai antara orang kanan Husam.
PMBK kini diterajui oleh menantu Nik Aziz, Abdul Ariffahmi Abdul Rahman.

Semalam Syed Azidi mendakwa Nik Aziz telah meminta Ariffahmi yang kini disiasat oleh Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) supaya meletakkan jawatan sebagai Ketua Pegawai Eksekutif PMBK.

Bagaimanapun ia dinafikan oleh Ariffahmi yang turut mendakwa Syed Azidi cuba untuk memberi tekanan ke atas Nik Aziz.

Khabar angin mengenai langkah menggugurkan Husam sebagai Exco mula timbul ekoran dakwaan Syed Azidi bahawa Nik Aziz akan mengumumkan keputusan letak jawatan Ariffahmi, semalam.

“Saya tahu bahawa Tok Guru tidak akan berbuat demikian kerana beliau seorang pemimpin yang waras,” tambah Husam yang merupakan Exco Perancangan Ekonomi, Kewangan dan Kebajikan Kerajaan Negeri.

Bagaimanapun Husam juga enggan mengesahkan sama ada Ariffahmi merupakan individu di belakang dalam usahanya untuk menggulingkan beliau daripada kerajaan negeri.

“Mereka adalah pihak luar, berusaha untuk menyerang, tetapi sasaran mereka ialah Tok Guru dan kemudian mereka akan bergerak untuk menggulingkan kerajaan PAS,” kata Husam lagi.

Pemilihan PAS pusat Jun lalu juga memperlihatkan kewujudan kumpulan yang ‘memihak’ Nik Aziz dan juga puak menyokong Presiden PAS, Datuk Seri Abdul Hadi Awang.

Badan perhubungan PAS Kelantan dijadual mengadakan mesyuarat khas pagi esok dan dijangka membincangkan krisis terbaru di negeri itu.

The Malaysian Insider difahamkan kebanyakan ahli jawatankuasa perhubungan PAS Kelantan mahu Ariffahmi digugurkan dari sayap pelaburan negeri itu.

Bagaimanapun Setiausaha PAS Kelantan Zaki Ibrahim berkata mesyuarat esok adalah pertemuan biasa dan isu PMBK bukan salah satu agenda perbincangan.

“Perkara itu tidak timbul tetapi ahli jawatankuasa perhubungan bebas untuk bercakap mengenai isu itu (PMBK) dalam mesyuarat esok,” kata Zaki kepada The Malaysian Insider

Versi Asal:
* Husam claims conspiracy against him

Respons Kickdefella:
Saya akan merasa amat gembira jika Dato’ Husam tinggalkan Kerajaan Negeri Kelantan. Ini kerana semenjak 3 tahun saya mengenalinya saya dapat merasakan betapa penderitaan yang menimpanya dan keluarganya kerana sandiwara politik dalaman PAS Negeri Kelantan.

Tidak berada didalam Kerajaan dan tinggalkan PAS adalah yang terbaik buat Husam tetapi ia adalah malatpetaka buat PAS Kelantan dan rakyat yang memerlukan pembelaan.

Saya berani berkata, Kerajaan Negeri Kelantan sudah tidak berminat membela insan-insan kecil. Yang masih mempertahankan insan-insan kecil hanya dua tiga orang sahaja lagi di dalam exco Kerajaan Negeri dan Husam adalah seorang darinya.

Saya akan pertahankan Husam.

,

Jumaat, 20 November 2009

TULANG BESI HADAPI TINDAKAN SAMAN!

Pengendali laman sesawang malaysiawave.com, iaitu Tulang Besi @ Abdul Rahman Abdul Talib berhadapan tindakan saman daripada Suwardi Yaakob. Tindakan saman itu diambil oleh Suwardi berikutan beberapa pendedahan Tulang Besi berkaitan dengan dirinya yang dikatakan sebagai dalang perpecahan dalam PAS dan konspirasi menjatuhkan MB Selangor. Turut dinamakan dalam surat peguam Suwardi ialah pengendali laman sesawang perisik-rakyat.com yang turut menyiarkan artikel tersebut.

Respons Tulang Besi:
Merujuk kepada surat tuan dengan nombor rujukan : ZE(E)/L/1185/09/bob, saya ingin memberitahu pihak tuan bahawa saya tidak akan membawa turun artikel saya kerana saya mempunyai bukti kukuh terhadap pendedahan saya..........
.......................................

........................................

Jadi saya 100% yakin dengan pendedahan saya dan saya tidak takut untuk bertanggungjawab, insya-Allah.

Allah SWT akan bersama saya dalam membersihkan PAS dari daki-daki dan nanah-nanah yang mahu menghancurkan PAS.

Tulang Besi
Notis Tuntutan Peguam Suwardi:


(sila ke malaysiawaves.com untuk halaman lengkap)

Semoga KEBENARAN yang cuba dipertahankan oleh kedua-dua belah pihak akan terungkai!

TG NIK AZIZ ANTARA 50 MUSLIM PALING BERPENGARUH DI DUNIA

TAHNIAH...
[GB] T
he Royal Islamic Strategic Studies Center untuk pertama kalinya menerbitkan buku "The 500 Most Influential Muslims In The World" tahun 2009.

Para tokoh Muslim dari seluruh dunia yang terpilih masuk dalam daftar itu adalah kalangan Muslim yang dianggap memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keadaan kemanusian dan mampu membawa perubahan dalam kehidupan ramai orang.

"500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia" sepanjang tahun 2009 itu, dibahagi dalam 15 katagori, antara lain katagori ulama, politik, cendekiawan, perempuan, pemuda, ilmu dan teknologi, media sampai katagori muslim radikal.

Nama tokoh Islam dari Malaysia yang tersenarai ialah Mursyidul Am PAS, TG Nik Abd Aziz Nik Mat yang menduduki tangga ke 42 dari keseluruhan 500 Muslim Yang Berpengaruh.

Tokoh Muslim dunia lainnya yang masuk dalam daftar 50 tokoh peringkat teratas dimulai dengan, Raja Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud; pemimpin spritual Iran, Syed Ali Khamenei; PM Turki Recep Tayyib Erdogan; Imam Besar Masjid Al-Azhar dan Pimpinan Universitas Al-Azhar, Kairo, Dr Muhammad Sayyid Tantawi; Syaikh Yusuf Al-Qaradawi; Pimpinan Ikhwanul Muslimin Mesir Syaikh Mohammad Mahdi Akef, Sekjen Hizbullah, Syed Hassan Nasrallah dan Pimpinan Hamas, Khaleed Mishal.

Nama Anwar Ibrahim turut disenaraikan di dalam lis 450 "Honourable Mention" di dalam pencapaian di bidang masing-masing dan diantara tokoh Islam yang signifikan di dalam dunia. Nama Anwar Ibrahim tersenarai di bidang politik berserta dengan nama Tun Dr Mahathir Mohammad tetapi nama Mahathir tidak disenaraikan di dalam "Honorable Mention".

Dari kalangan cendekiawan, daripada Malaysia yang tersenarai ialah Prof Emeritus Dato Osman Bakar, Timbalan Naib Chancellor, Universiti Malaya dan Professor Undang-undang Universiti Islam Antarabangsa, Prof. Dr. Mohammad Hashim Kamali.

Mohideen Abdul Kadir, Naib Presiden Persatuan Pengguna Pulau Pinang di dalam kategori Pembangunan sementara Kumpulan Raihan turut tersenarai di dalam katagori Seni dan Budaya.

Dua orang pemimpin SIS yang kerap menimbulkan kontroversi dan pendokong Islam liberal di kalangan feminis, Sharifah Aljeffri dan Zaynah Anwar juga disenaraikan.

Dalam pengantar buku yang diterbitkan untuk membantu dan membuka wawasan tentang pengaruh umat Islam di dunia saat ini dan beragamnya kelompok-kelompok Islam yang ada di seluruh dunia.

Penyusunan buku ini melibatkan pengamat dunia Islam yang namanya sudah dikenal secara meluas di dunia antarabangsa, Profesor John Esposito dan Profesor Ibrahim Kalin sebagai editor utama.



,

Khamis, 19 November 2009

MALAYSIA MASIH JUAL PASIR KEPADA SINGAPURA?


Kiriman tentang hal ini disiarkan dalam blog BIGDOGDOTCOM. Blog pro-UMNO yang sebelum ini pernah menimbulkan kontroversi dengan calon PAS dan Datuk Mahfuz ketika kempen pilihan raya kecil di Pulau Pinang baru-baru ini. Itu cerita kontroversi, hari ini blog itu menimbulkan persoalan: ADAKAH MALAYSIA MASIH MENJUAL PASIR KEPADA SINGAPURA?

[BIGDOGDOTCOM] - Are we still selling sand to Singapore?
We are made to believe that Malaysia banned the selling of sand to Singapore. It became a sensitive and heated issue when the “proposal to sell 1 billion cubic metre of sand” was brought into the ‘Scenic Bridge Replacing Johor Causeway negotiations table in first quarter 2006, which saw the outcry of Malaysians especially Johoreans. The other reason was the request to use Johor airspace for low flying Singapore Air Force aircrafts. As a result, PM ‘Flip-Flop’ Dato’ Seri Abdullah Ahmad Badawi abruptly and unceremoniusly cancelled the ‘Scenic Bridge’, amidst construction already started and the RM 1 billion brand new CIQ complex in Bukit Chagar was nearing completion.
The “Selling of 1 billion cubic metre sand proposal” later was discovered to be a ‘Malaysian proposal’, instead a formal request from the Singaporeans at the negotiations table. As the result of the outcry, it was announced that the sale of sand to the island city state was banned.
Today, it seems the situation is a little different. Yesterday, Works Minister Dato’ Shaziman Abu Mansor announced in Johor Bahru that “500 trucks carrying sand passed the Causeway”....
..................
If there is a ban against the ‘Sale of sand to Singapore’, why is it there are “About 500 of the Singapore-bound lorries carry sand” passing through the Sultan Iskandar Complex, daily?
When was the ban on the ’sale of land’ to Singapore lifted? Who is responsible to allow this to happen?
It is appalling to learn from the NST report that Works Minister Shaziman is only briefing the Cabinet on the congestion, without discussing the ’sale of sand’ via the Causeway that is calculated at one milliion cubic metres per annum.
For the record, we decided to call Dato’ Seri Abdullah “Prime Minister ‘Flip-Flop’ ” starting from the ‘Flip-Flop’ decision to cancel the ‘Scenic Bridge’ project, nine weeks after making a strong statement that the project “Is proceeding as scheduled“. Tengah Air Base, is situated at north west of the island republic which is only a few kilometres of the coast of Kota Iskandar in Nusajaya is the most likely where SAF aircrafts need the Johor airspace for easy clearance. Johoreans at Gelang Patah and Tajung Piai area have been complaining of these low flying aircrafts for years.

,

NAMEWEE: DAHULU "PENGKHIANAT" KINI "PENGACAU"


Apa nak buat? Dahulu mamat ini pernah dicap "pengkhianat", namun berbaris orang politik kaum Cina mempertahankannya. Malah, mamat ini kian popular dan pernah muncul dalam karya seni bebas tempatan. Pada saat kita tertunggu-tunggu status kes menghina/memperlekeh lagu Negaraku serta menyentuh sensitiviti kaum lain, kini timbul pula isu video yang memaparkan mamat ini mencarut/memaki hamun TNB.

Bukan mahu mempertahankan TNB kerana kita pun berasa marah jika bekalan elektrik terputus. Namun, persoalannya, wajarkah kita memaki hamun dan mencarut terhadap syarikat tersebut lalu menyiarkannya dalam You Tube? Kata orang, warganegara Malaysia terkenal dengan sifat ketimuran yang begitu kukuh dengan nilai sopan dan budi bahasanya. Jika kriteria itu diambil kira, layakkah mamat ini menjadi warganegara Malaysia?

Hukuman? Jika memperlekehkan/menghina lagu Negaraku serta menyentuh sensitiviti kaum lain pun tidak (setakat ini) dikenakan tindakan, cukup sekadar memohon maaf secara lisan, apatah lagi dengan kontroversi terbaru ini?

Namewee cipta klip video kontroversi terbaru

KUALA LUMPUR 18 Nov. - Kira-kira setahun lalu, Wee Meng Chee, 26, atau Namewee pernah menggemparkan negara dengan mencipta klip video kontroversi lagu Negarakuku yang menghina lagu kebangsaan.
Begitupun selepas tindakannya dikecam pelbagai pihak, dia yang merupakan pelajar jurusan komunikasi massa Universiti Ming Chuan, Taiwan ketika itu memohon maaf dan menyesal dengan perbuatannya.
Bagaimanapun kekesalan Namewee hanya sementara apabila kini dia muncul pula dengan satu lagi klip video kontroversi mengutuk Tenaga Nasional Berhad (TNB).
Dalam klip yang boleh dimuat turun di YouTube menggunakan tajuk Namewee F*** TNB Malaysia itu bermula dengan dia berada di rumahnya pada waktu malam apabila bekalan elektrik tiba-tiba terputus....
Biarpun kakitangan di situ cuba mententeramkan Namewee dengan memberitahu bekalan elektrik terputus akibat kerosakan namun dia tetap tidak berpuas hati.
Sebelum keluar daripada pejabat berkenaan dia memaki hamun kakitangan-kakitangan itu dengan bahasa kesat sambil menunjukkan isyarat lucah dengan tangan.
Dia kemudian menghabiskan klip video berkenaan dengan kata-kata mencarut dan gambar isyarat lucah berkenaan.

Videonya:



RASUAH: Dulu, Kini, dan (Tidak Mustahil) Selamanya!

(Sumber: Malaysia Kini)

ANGKA MENJELASKAN SEGALA-GALANYA!

, ,

Rabu, 18 November 2009

Kata SYED KICKDEFELLA..."Berakhir Sebuah Episod"

Terlajak kerana saya pernah menyiarkan cerita tentang pertelingkahan ini, maka tidak adil jika tidak menyiarkan dalam blog ini sedikit kiriman terbaru Pak Syeikh. Sebenarnya, anda boleh membacanya di blog Pak Syeikh, namun tidak mengapalah jika saya memaparkan sebahagian daripada kiriman terbarunya tentang kemelut yang berlaku.

Apabila kemelut ini mula terbongkar, ada antara blogger yang menghentam Syed Kickdefella, malah ada juga yang menghentam Datuk Husam Musa dan Arifffahmi. Biarpun begitu, sebagai orang yang tidak tahu-menahu dalam hal ini, saya lebih gemar bersikap neutral. Tidak mahu berburuk sangka, tidak mahu juga menuduh perkara yang saya tidak tahu. Apa yang diharapkan, jika benar ada penyelewengan, maka orang yang bertanggungjawab, tidak kiralah sesiapa pun perlu dihukum.

Secara peribadi saya tidak tahu siapa yang salah, siapa yang benar. Namun kata Pak Syeikh:

Pada 17 November 2009, Yang Amat Berhormat Tuan Guru Nik Abdul Aziz Bin Nik Mat, Menteri Besar Kelantan telah meminta Abdul Ariffahmi Bin Ab. Rahman melepaskan jawatan sebagai Ketua Pegawai Eksekutif Perbadanan Menteri Besar Kelantan.
Keputusan itu diambil Tuan Guru setelah menilai segala fakta dan hujah yang dibentangkan dihadapannya oleh semua pihak tidak kira Pimpinan PAS Pusat dan Negeri, Pegawai-pegawai Tinggi Kerajaan Negeri dan juga Pegawai-Pegawai Tinggi Agensi-Agensi Kerajaan.
Ariffahmi bagaimanapun menolak permintaan Tuan Guru dan hari ini berlepas ke Kuala Lumpur atas sebab-sebab yang tidak diketahui oleh sesiapa. Tidak ada sebab untuk Ariffahmi menolak permintaan Ketua Eksekutif Tertinggi Negeri Kelantan yang selama ini dijual dan diusung namannya sesuka hati Arrifahmi. Bagaimanapun saya yakin, Ariffahmi akan akhirnya menunaikan permintaan Tuan Guru yang kita sanjungi. Yang diperlukan oleh Ariffahmi sekarang adalah tempoh transisi.
Saya bersyukur kerana episod ini telah menampakkan penghujungnya..."
Kronologi kemelut antara Pak Syeikh dengan menantu TG Nik Aziz (versi Pak Syeikh) boleh diikuti berdasarkan pautan yang saya ambil di blognya:
* Sayang Laksamana Mati Dibunuh…
* Jangan Kambus Tipu Dengan Tipu
* Tauke Teng, Nudin Awang dan George Michael
* Selamatkan Tok Guru dan selanjutnya.

RASUAH: "Dulu" No 47 "Kini" No 56, Adakah "Selamanya" Begitu?


Perlukah kita menulis panjang tentang hal ini? Mencadangkan itu, mencadangkan ini untuk memastikan negara kita bebas rasuah? Saya secara peribadi tidak mahu berbuat demikian kerana berasakan tindakan tersebut samalah seperti maksud peribahasa "bagaikan mencurahkan air ke daun keladi", atau secara literalnya bermakna "sia-sia". Oleh itu, persoalan pada tajuk kiriman ini, iaitu RASUAH: "Dulu" No 47 "Kini" No 56, Adakah "Selamanya" Begitu? begitu senang diramalkan jika "jerung-jerung" yang mengamalkan rasuah masih bebas memporak-perandakan integriti negara.

Antara persoalan yang perlu kita renungkan termasuklah: bagaimana mahu menghapuskan rasuah sedangkan parti yang memerintah negara ini bergelut dengan masalah yang sama? Mampukah orang yang memberi dan menerima rasuah menghapuskan rasuah di negara ini? Rasuah di negara ini bukan sahaja melibatkan orang bawahan malah turut melibatkan ketua jabatan/syarikat dan pemimpin di semua peringkat sama ada negeri atau negara.

Ironinya, walaupun selepas penubuhan SPRM rangking yang sepatutnya lebih rendah kini melonjak 9 tangga menjadi 56. Namun, lucunya, dalam berita yang disiarkan oleh stesen tv berbayar, seorang penganalisis menganggap bahawa perubahan rangking ini merupakan suatu yang perlu dilihat secara POSITIF dengan memberikan alasan bahawa SPRM baru berusia setahun jagung dan pandangan juga harus diberikan terhadap usaha GIGIH kerajaan menangani masalah rasuah. Sebenarnya, pandangan orang beginilah turut menyumbang kepada kegagalan menghapuskan sesuatu perkara negatif di negara ini kerana walaupun sudah terang-terang menyedari perkara itu di tahap serius namun demi membodek dan takut dikecam mereka sanggup memberikan pandangan yang tidak beretika.

Cukuplah...lanjut sila baca pautan di bawah ini:

Rank Country/Territory CPI 2009 Score Surveys Used Confidence Range
1 New Zealand 9.4 6 9.1 - 9.5
2 Denmark 9.3 6 9.1 - 9.5
3 Singapore 9.2 9 9.0 - 9.4
3 Sweden 9.2 6 9.0 - 9.3
5 Switzerland 9.0 6 8.9 - 9.1
6 Finland 8.9 6 8.4 - 9.4
6 Netherlands 8.9 6 8.7 - 9.0
8 Australia 8.7 8 8.3 - 9.0
8 Canada 8.7 6 8.5 - 9.0
8 Iceland 8.7 4 7.5 - 9.4
11 Norway 8.6 6 8.2 - 9.1
12 Hong Kong 8.2 8 7.9 - 8.5
12 Luxembourg 8.2 6 7.6 - 8.8
14 Germany 8.0 6 7.7 - 8.3
14 Ireland 8.0 6 7.8 - 8.4
16 Austria 7.9 6 7.4 - 8.3
17 Japan 7.7 8 7.4 - 8.0
17 United Kingdom 7.7 6 7.3 - 8.2
19 United States 7.5 8 6.9 - 8.0
20 Barbados 7.4 4 6.6 - 8.2
21 Belgium 7.1 6 6.9 - 7.3
22 Qatar 7.0 6 5.8 - 8.1
22 Saint Lucia 7.0 3 6.7 - 7.5
24 France 6.9 6 6.5 - 7.3
25 Chile 6.7 7 6.5 - 6.9
25 Uruguay 6.7 5 6.4 - 7.1
27 Cyprus 6.6 4 6.1 - 7.1
27 Estonia 6.6 8 6.1 - 6.9
27 Slovenia 6.6 8 6.3 - 6.9
30 United Arab Emirates 6.5 5 5.5 - 7.5
31 Saint Vincent and the Grenadines 6.4 3 4.9 - 7.5
32 Israel 6.1 6 5.4 - 6.7
32 Spain 6.1 6 5.5 - 6.6
34 Dominica 5.9 3 4.9 - 6.7
35 Portugal 5.8 6 5.5 - 6.2
35 Puerto Rico 5.8 4 5.2 - 6.3
37 Botswana 5.6 6 5.1 - 6.3
37 Taiwan 5.6 9 5.4 - 5.9
39 Brunei Darussalam 5.5 4 4.7 - 6.4
39 Oman 5.5 5 4.4 - 6.5
39 Korea (South) 5.5 9 5.3 - 5.7
42 Mauritius 5.4 6 5.0 - 5.9
43 Costa Rica 5.3 5 4.7 - 5.9
43 Macau 5.3 3 3.3 - 6.9
45 Malta 5.2 4 4.0 - 6.2
46 Bahrain 5.1 5 4.2 - 5.8
46 Cape Verde 5.1 3 3.3 - 7.0
46 Hungary 5.1 8 4.6 - 5.7
49 Bhutan 5.0 4 4.3 - 5.6
49 Jordan 5.0 7 3.9 - 6.1
49 Poland 5.0 8 4.5 - 5.5
52 Czech Republic 4.9 8 4.3 - 5.6
52 Lithuania 4.9 8 4.4 - 5.4
54 Seychelles 4.8 3 3.0 - 6.7
55 South Africa 4.7 8 4.3 - 4.9
56 Latvia 4.5 6 4.1 - 4.9
56 Malaysia 4.5 9 4.0 - 5.1
56 Namibia 4.5 6 3.9 - 5.1
56 Samoa 4.5 3 3.3 - 5.3
56 Slovakia 4.5 8 4.1 - 4.9
61 Cuba 4.4 3 3.5 - 5.1
61 Turkey 4.4 7 3.9 - 4.9
63 Italy 4.3 6 3.8 - 4.9
63 Saudi Arabia 4.3 5 3.1 - 5.3
65 Tunisia 4.2 6 3.0 - 5.5
66 Croatia 4.1 8 3.7 - 4.5
66 Georgia 4.1 7 3.4 - 4.7
66 Kuwait 4.1 5 3.2 - 5.1
69 Ghana 3.9 7 3.2 - 4.6
69 Montenegro 3.9 5 3.5 - 4.4
71 Bulgaria 3.8 8 3.2 - 4.5
71 FYR Macedonia 3.8 6 3.4 - 4.2
71 Greece 3.8 6 3.2 - 4.3
71 Romania 3.8 8 3.2 - 4.3
75 Brazil 3.7 7 3.3 - 4.3
75 Colombia 3.7 7 3.1 - 4.3
75 Peru 3.7 7 3.4 - 4.1
75 Suriname 3.7 3 3.0 - 4.7
79 Burkina Faso 3.6 7 2.8 - 4.4
79 China 3.6 9 3.0 - 4.2
79 Swaziland 3.6 3 3.0 - 4.7
79 Trinidad and Tobago 3.6 4 3.0 - 4.3
83 Serbia 3.5 6 3.3 - 3.9
84 El Salvador 3.4 5 3.0 - 3.8
84 Guatemala 3.4 5 3.0 - 3.9
84 India 3.4 10 3.2 - 3.6
84 Panama 3.4 5 3.1 - 3.7
84 Thailand 3.4 9 3.0 - 3.8
89 Lesotho 3.3 6 2.8 - 3.8
89 Malawi 3.3 7 2.7 - 3.9
89 Mexico 3.3 7 3.2 - 3.5
89 Moldova 3.3 6 2.7 - 4.0
89 Morocco 3.3 6 2.8 - 3.9
89 Rwanda 3.3 4 2.9 - 3.7
95 Albania 3.2 6 3.0 - 3.3
95 Vanuatu 3.2 3 2.3 - 4.7
97 Liberia 3.1 3 1.9 - 3.8
97 Sri Lanka 3.1 7 2.8 - 3.4
99 Bosnia and Herzegovina 3.0 7 2.6 - 3.4
99 Dominican Republic 3.0 5 2.9 - 3.2
99 Jamaica 3.0 5 2.8 - 3.3
99 Madagascar 3.0 7 2.8 - 3.2
99 Senegal 3.0 7 2.5 - 3.6
99 Tonga 3.0 3 2.6 - 3.3
99 Zambia 3.0 7 2.8 - 3.2
106 Argentina 2.9 7 2.6 - 3.1
106 Benin 2.9 6 2.3 - 3.4
106 Gabon 2.9 3 2.6 - 3.1
106 Gambia 2.9 5 1.6 - 4.0
106 Niger 2.9 5 2.7 - 3.0
111 Algeria 2.8 6 2.5 - 3.1
111 Djibouti 2.8 4 2.3 - 3.2
111 Egypt 2.8 6 2.6 - 3.1
111 Indonesia 2.8 9 2.4 - 3.2
111 Kiribati 2.8 3 2.3 - 3.3
111 Mali 2.8 6 2.4 - 3.2
111 Sao Tome and Principe 2.8 3 2.4 - 3.3
111 Solomon Islands 2.8 3 2.3 - 3.3
111 Togo 2.8 5 1.9 - 3.9
120 Armenia 2.7 7 2.6 - 2.8
120 Bolivia 2.7 6 2.4 - 3.1
120 Ethiopia 2.7 7 2.4 - 2.9
120 Kazakhstan 2.7 7 2.1 - 3.3
120 Mongolia 2.7 7 2.4 - 3.0
120 Vietnam 2.7 9 2.4 - 3.1
126 Eritrea 2.6 4 1.6 - 3.8
126 Guyana 2.6 4 2.5 - 2.7
126 Syria 2.6 5 2.2 - 2.9
126 Tanzania 2.6 7 2.4 - 2.9
130 Honduras 2.5 6 2.2 - 2.8
130 Lebanon 2.5 3 1.9 - 3.1
130 Libya 2.5 6 2.2 - 2.8
130 Maldives 2.5 4 1.8 - 3.2
130 Mauritania 2.5 7 2.0 - 3.3
130 Mozambique 2.5 7 2.3 - 2.8
130 Nicaragua 2.5 6 2.3 - 2.7
130 Nigeria 2.5 7 2.2 - 2.7
130 Uganda 2.5 7 2.1 - 2.8
139 Bangladesh 2.4 7 2.0 - 2.8
139 Belarus 2.4 4 2.0 - 2.8
139 Pakistan 2.4 7 2.1 - 2.7
139 Philippines 2.4 9 2.1 - 2.7
143 Azerbaijan 2.3 7 2.0 - 2.6
143 Comoros 2.3 3 1.6 - 3.3
143 Nepal 2.3 6 2.0 - 2.6
146 Cameroon 2.2 7 1.9 - 2.6
146 Ecuador 2.2 5 2.0 - 2.5
146 Kenya 2.2 7 1.9 - 2.5
146 Russia 2.2 8 1.9 - 2.4
146 Sierra Leone 2.2 5 1.9 - 2.4
146 Timor-Leste 2.2 5 1.8 - 2.6
146 Ukraine 2.2 8 2.0 - 2.6
146 Zimbabwe 2.2 7 1.7 - 2.8
154 Côte d´Ivoire 2.1 7 1.8 - 2.4
154 Papua New Guinea 2.1 5 1.7 - 2.5
154 Paraguay 2.1 5 1.7 - 2.5
154 Yemen 2.1 4 1.6 - 2.5
158 Cambodia 2.0 8 1.8 - 2.2
158 Central African Republic 2.0 4 1.9 - 2.2
158 Laos 2.0 4 1.6 - 2.6
158 Tajikistan 2.0 8 1.6 - 2.5
162 Angola 1.9 5 1.8 - 1.9
162 Congo Brazzaville 1.9 5 1.6 - 2.1
162 Democratic Republic of Congo 1.9 5 1.7 - 2.1
162 Guinea-Bissau 1.9 3 1.8 - 2.0
162 Kyrgyzstan 1.9 7 1.8 - 2.1
162 Venezuela 1.9 7 1.8 - 2.0
168 Burundi 1.8 6 1.6 - 2.0
168 Equatorial Guinea 1.8 3 1.6 - 1.9
168 Guinea 1.8 5 1.7 - 1.8
168 Haiti 1.8 3 1.4 - 2.3
168 Iran 1.8 3 1.7 - 1.9
168 Turkmenistan 1.8 4 1.7 - 1.9
174 Uzbekistan 1.7 6 1.5 - 1.8
175 Chad 1.6 6 1.5 - 1.7
176 Iraq 1.5 3 1.2 - 1.8
176 Sudan 1.5 5 1.4 - 1.7
178 Myanmar 1.4 3 0.9 - 1.8
179 Afghanistan 1.3 4 1.0 - 1.5
180 Somalia 1.1 3 0.9 - 1.4

PR

BAGASI KIRIMAN

PERHATIAN

Tulisan dalam blog ini sebahagian besarnya ialah respons/pendapat/ulasan RINGKAS/SPONTAN saya terhadap pelbagai isu dan perkara yang berlaku di serata negara mahupun di luar negara.

Sebahagiannya pula disalin & ditampal (
semoga dengan izin) dari blog, laman sesawang atau laman berita dari dalam dan dari luar negara. Hak cipta berita, artikel & makalah adalah milik laman sesawang atau blog tersebut.

Seboleh-bolehnya, saya cuba mengelak untuk menyiarkan mana-mana makalah/petikan/gambar tanpa restu pemilik asalnya. Jika mana-mana petikan/tulisan/gambar yang disiarkan dalam blog ini kurang disenangi pemilik asalnya, maka maklumkanlah segera kepada saya (di ruangan komen bahan terbabit) agar petikan/tulisan/gambar tersebut dapat dikeluarkan dengan kadar segera.

Untuk makluman, sebarang petikan, makalah, gambar yang dipetik dari laman berita atau dari blog /laman sesawang atau dari sumber internet yang lain tidak semestinya menggambarkan/mewakili pandangan saya dalam sesuatu isu yang berkaitan.

PENAFIAN:
Semua artikel atau berita yang disiar dalam blog ini adalah untuk tujuan pendedahan dan pengetahuan am. Ketepatan maklumat artikel atau berita itu perlu dibandingkan dengan sumber-sumber lain agar tidak terjadi anggapan atau penyebaran maklumat palsu atau fitnah.

-tayadihmaysia@yahoo.com







TERIMA KASIH